Aku tidak tahu dimana ujung perjalanan ini, aku
tidak bisa menjanjikan apapun. Tapi, selama aku mampu, mimi-mimpi kita
adalah prioritas_jagokata.com
Banyak
cara orang untuk menikmati hidup pada usia yang tidak tergolong muda lagi. Mengisi
liburan disela-sela rutinitas yang biasa dilakukan untuk melanjutkan kehidupan
didunia yang fanna ini. Alhamdulillah, kami
suami istri mempunyai hobby yang sama
yaitu refreshing dengan jalan-jalan melihat indahnya ciptaan Ilahi
di belaham dunia yang berbeda. Alam
yang terbentang luas dihuni manusia dari berbagai ragam suku, budaya, bahasa
dan agama. Setelah mengunjungi beberapa kota yang ada di Indonesia, rasanya
ingin melihat sesuatu yang berbeda dengan apa yang pernah terlihat di negara sendiri.
Alasan Memilih Destnasi Wisata India
Sebelumnya,
kami sudah mengunjungi beberapa negara yang ada di Asia Tenggara dan Asia. Dulu,
kami sering menonton film India dan
menyukai lagu India. Karena kami berdua
adalah seorang pendidik, maka kami memutuskan mengunjungi India pada bulan Desember
tepat pada liburan semester siswa tahun kemarin. Akh, rasanya sudah terbayang dipelupuk mata artis
idola saya, Syahrul Khan menari nari bersama Priyanka dengan sarinya. Sungguh
tidak sabar menunggu hari H-nya yaitu keberangkatan tanggal 24 desember. Teringat
sungai Gangga yang terkenal sebagai tempat umat Hindu mensucikan dirinya. Letaknya
jauh dari Delhi di Varanasi yang sebelumnya bernama Baneres.
Saya
juga teringat Mother Theresa sebagai pejuang kemiskinan di Calcutta yang sekarang
berganti nama menjadi Kolkata. Jadi
tidak sabar melihat bintang filem Bollywood di Mumbay yang dulu kenal dengan
nama Bombay. Inilah kira-kira alasan
kami memilih India tapi yang lebih mendasari dari itu semua adalah melihat
secara dekat peninggalan bersejarah peradaban tempo dulu.
Persiapan Perjalanan
Ada
banyak hal yang perlu disiapkan sebelum kita bepergian backpaker-an adalah:
1. Pilih Destinasi Wisata Tujuan
2. Tiket Pesawat dan Hotel
Tiket pesawat dibeli jauh sebelum hari keberangkatan. Begitu juga dengan penginapan
yang harus dibooking lebih awal. Zaman
sekarang ini semuanya sudah dipermudah sebab tiket dan hotel bisa dibeli
melalui Traveloka, pegi-pegi, airy dan unicorn, dan masih banyak lagi aplikasi
sejenis lainnya.
3. Pembuatan Paspor dan Visa
Pembuatan paspor dan visa adalah dokumen yang sangat penting disiapkan
sebelum melakukan perjalanan. Visa bisa diurus secara online bisa juga dengan manual yang dibantu oleh agent-agent travel yang sudah terpercaya.
Sebelumnya, kami pernah menggunakan jasa Avia
Tour dan Dwi Daya Tour untuk pengurusan visa dengan
membayar sejumlah uang yang sudah ditetapkan oleh agent masing-masing.
Awalnya kami minta bantuan agent untuk kepengurusan visa tapi tidak jadi
karena mahal. Untuk satu orang dikenai biaya Rp.1.700.000,. per orang. Jadi, biaya untuk 2 orang, harus mengeluarkan
kocek leboh dari 3 juta rupiah. Saya lalu
berpikir 7x menghabiskan uang sebanyak ini, padahal mengurus visa secara Online itu tidak bayar sama sekali. Maka diputuskanlah untuk Visa Online yang
dibantu oleh anak kami meng-apply-kannya, dengan mengisi format yang sudah
disediakan oleh pihak kedutaan India yang ada di Jakarta.
Ada beberapa berkas yang harus dipersiapkan kalau kita ingin apply visa
India secara online, tidak sebanyak syarat mengurusnya secara manual.
Diantaranya adalah kita harus scan paspor, KTP, pas photo yang terbaru yang
dialamatkan ke kedutaan India. Setelah persyaratannya kita kirim ke e-mailnya,
kita harus menunggu di proses dulu selama 10 hari. Kalau sudah memenuhi persyaratan yang diminta
visa granted kita akan dikirim melalui e-mail. Lah inilah karena kekurang
hati-hatian sebelum keberangkatan print
out yang dibawa yang bukan granted
nya tapi apply visa nya.
Pengalaman Di Airport
Pesawat
ke India (Del Airport) berangkat pukul 7
malam setelah magrib. Sedangkan kami
tiba di Kuala Lumpur (KL) waktu Zuhur dari BWN (Brunei airport). Artinya kami ada waktu untuk rehat panjang sebelum
keberangkatan karena proses imigrasinya tidak terlalu lama . Tidak ada sama
sekali pikiran dengan granted visa yang wajib di print out sebelum check in. Sibuklah kami menghubungi anak namun tidak
ada jawaban karena dia bekerja seharian. Berusaha buka e-mail di HP namun tidak
berhasil karena password nya lupa.
kami benar-benar galau akut waktu itu. Suami langsung buka e-mailnya rupanya
granted visa suami ada, sedangkan Visa granted saya belum ada. Turun naik
tangga di KLIA 2, ke lantai 1 untuk membeli kartu sim card Kuala Lumpur untuk
menelpon anak yang sedang bekerja di Brunei. Setelah dihubungi beberapa kali
baru tersambung , lega rasanya . Alhasil e-mail anak yang buka rupanya granted
visanya sudah dikirim. Alhamdulillah bisa dikirim lewat WA saja.
Akhirnya,
kami ke counter check in lagi, petugas tidak terima granted visa yang tidak
di Print. Dengan tergopoh-gopoh kami
pergi ngeprint visa di lantai 2. Rupanya
kita harus membayar 2 helai printnya 60 ringgit. Ini jelas mahal sekali tapi tidak apa-apa
kertas inilah yang bisa membuat keberangkatan ke Delhi malam itu. Menjadi i’tibar atau pembelajaran bagi
traveler yang lainnya supaya seluruh dokumen yang diperlukan harus ada print out meskipun tidak diminta oleh
petugas.
Selesailah
proses check in, tapi dag dig dug nya
belum selesai karena barang bawaan melebihi ketentuan. Kalau tidak mau membayar
tambahan bagasi karena mahal untuk penerbangan Internasional, kami gunakan cara
akal orang tua yaitu big travelnya
diletakkan jauh dengan counter check in yang dibawa. Cuma tas sandang yang ditangan rupanya lolos
di counter check in. Tidak selesai di
counter saatnya masuk gate P untuk
penerbangan Internasional, eeh... ada 2
orang petugas lagi yang menimbang barang bawaan si penumpang. Kalau ditimbang lagi pasti tidak bakalan
lolos. Akhirnya saya gunakan akal lagi
agar bisa masuk. Saya masuk duluan dengan tas yang memenuhi syarat yaitu 7 kg
karena kami berdua, tasnya diletakkan
dulu didalam lalu diam2 saya keluar lagi ambil tas yang lain lagi rupanya lolos
dengan cara itu, tetap tidak nyaman takut dikejar petugas waktu proses
immigrasi di dalam.
Proses
Immigrasi inilah yang sangat melelahkan dan membosankan bagi semua orang. Saking ramainya orang bepergian dibulan Desember
yang high season istilah untuk
menutup tahun. Yaahh...., Dinikmati saja semuanya, angkat-angkat di x-ray pemeriksaan tidak cuma
1x ada 2x untuk sampai diruang tunggu keberangkatan pesawat ke DEL { Delhi
airport}. Bandara KLIA2 yang sangat luas.
Akhirnya tanpa delay boarding juga pas sesuai yang tertera ditiket, kami terbang
juga selama 5 jam penerbangan baru tiba di Del pukul 10.00 waktu setempat. Tidur di bandara harus kuat untuk para
traveler karena dengan cuaca yang dingin tidak mungkin keluar bandara. Bulan desember adalah musim dingin di India
jadi perlu baju tebal yang bisa menghangatkan tubuh. Tidur seadanya diatas kursi bandara membuat
badan tidak nyaman.
Alhamdulillah..., kami sudah tiba di
India.
Bersambung.......


Tidak ada komentar:
Posting Komentar